√20 Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) Menurut Para Ahli dalam Bukunya

√20 Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) Menurut Para Ahli dalam Bukunya
5 (100%) 5 votes

Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Hak Asasi Manusia (HAM)? Mungkin anda pernah mendengar kata Hak Asasi Manusia (HAM)? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian menurut para ahli dalam bukunya. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

20 Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) Menurut Para Ahli dalam Bukunya

Sejak masih di didalam rahing ibu, setiap manusia sudah mempunyai hak asasinya. Sebagai manusia pasti mempunyai sesuatu yang menjadi utama dari setiap diri tiap-tiap seseorang.

Hak Asasi Manusia (HAM) ialah hak-hak yang dipunyai oleh setiap manusia sejak di dalam rahim ibu yang terkait disetiap manusia sebagai karunia yang dikasihkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat 20 pendapat dari para ahli mengenai pengertian hak asasi manusia (HAM), yakni sebagai berikut:

  • Menurut Miriam Budiarjo

Menurut pendapat dari Miriam Budiarjo, Hak Asasi Manusia (HAM) ialah hak yang dipunyai setiap orang yang dibawa dari rahim ibu, hak tersebut berbentuk umum karena dimiliki tanpa terdapatnya perbandingan jenis kelamin, ras, budaya, suku, agama maupun lainnya.

  • Menurut Kevin Boyle dan David Beetham

Menurut pendapat dari Kevin Boyle dan David Beetham, Hak Asasi Manusia (HAM) ialah hak-hak perorangan dan bersumber dari beragam keperluan serta kuantitas manusia.

  • Menurut Leah Kevin

Menurut pendapat dari Leah Kevin, Hak Asasi Manusia (HAM) ialah hak-hak asasi dan tidak terdinding menjadi hak individu hanya karena ia ialah manusia.

  • Menurut UU No. 39 Tahun 1999

Menurut pendapat dari UU No. 39 Tahun 1999, Hak Asasi Manusia (HAM) ialah selengkap hak yang terkait pada diri manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang Maha Esa dimana hak tersebut ialah karunia yang wajib dijaga dan dihargai oleh setiap manusia guna menjaga harga diri serta derajat setiap manusia.

  • Menurut G.J Wolhos

Menurut pendapat dari G.J Wolhos, Hak Asasi Manusia (HAM) ialah sejumlah hak yang telah terkait dan melekat dalam diri setiap manusia di dunia dan hak-hak tersebut tidak dapat diruntuhkan, sebab meruntuhkan HAM orang lain sama dengan menjatuhkan harga diri kemanusiaan.

  • Menurut Oemar Seno Adji

Menurut pendapat dari Oemar Seno Adji, Hak Asasi Manusia (HAM) ialah hak yang terkait pada setiap harga diri manusia sebagai makhluk dari ciptaan Tuhan yang Maha Esa yang mempunyai sifat tidak dapat dibentur oleh sembarangan orang.

  • Menurut Prof. Koentjoro Poerbopranoto

Menurut pendapat dari Prof. Koentjoro Poerbopranoto, Hak Asasi Manusia (HAM) ialah suatu hak yang bersifat asasi ataupun berpegang. Hak-hak yang dipunyai setiap manusia menurut takdir yang pada aturannya tidak akan dapat diceraikan beraikan sehingga berbentuk suci.

  • Menurut Komnas HAM

Menurut pendapat dari Komnas HAM, Hak Asasi Manusia (HAM) ialah segala keahlian kehidupan manusia baik politik, ekonomi, sipil, sosial dan kultur. Kelimanya tidak bisa diceraikan diceraikan satu dengan yang lainnya.

  • Menurut Muladi

Menurut pendapat dari Muladi, Hak Asasi Manusia (HAM) ialah segala hak utama yang sudah terkait pada diri manusia dalam aktivitasnya.

  • Menurut C. de Rover

Menurut pendapat dari C. de Rover, Hak Asasi Manusia (HAM) ialah hak hukum yang sama kepada setiap manusia baik kaya maupun miskin, laki-laki ataupun wanita. Namun hak-hak yang sudah mereka bentur, namun ham mereka kukuh tidak bisa diceraikan beraikan.

  • Menurut Haar Tilar

Menurut pendapat dari Haar Tilar, Hak Asasi Manusia (HAM) ialah hak hak yang terkait pada diri setiap makhluk dan tanpa mempunyai hak-hak tersebut maka insan insan tidak dapat hidup sepertin manusia. Hak tersebut didapat sejak lahir ke dunia.

  • Menurut Austin-Ranney

Menurut pendapat dari Austin-Ranney, Hak Asasi Manusia (HAM) ialah ruang kemandirian bagi setiap seseorang yang diformulakan dengan detail dalam peraturan dan telah dilindungi penerapannya oleh pemerintah.

  • Menurut Peter R. Baehr

Menurut pendapat dari Peter R. Baehr, Hak Asasi Manusia (HAM) ialah hak asasi yang sepenuhnya dan harus dpunyai setiap makhluk untuk peningkatan dirinya.

  • Menurut Jack Donney

Menurut pendapat dari Jack Donney, Hak Asasi Manusia (HAM) ialah hak-hak yang dipunyai oleh manusia sama sekali dikarenakan dia merupakan seorang manusia.

  • Menurut Karel Vasak

Menurut pendapat dari Karel Vasak, Hak Asasi Manusia (HAM) ialah sebagai memilih pada ruang lingkup dan pokok hak-hak yang pengutamaan pada satu kurun periode tertentu.

  • Menurut Franz Magnis Suseno

Menurut pendapat dari Franz Magnis Suseno, Hak Asasi Manusia (HAM) ialah hak-hak yang telah dimiliki pada setiap manusia dan bukan karena didapat dari masyarakat.

  • Menurut SHAW

Menurut pendapat dari SHAW, Hak Asasi Manusia (HAM) ialah apabila diskusi publik masyarakat umum dimasa damai tersebut bisa diistilahkan mempunyai bahasa akhlak yang umum.

  • Menurut John Locke

Menurut pendapat dari John Locke, Hak Asasi Manusia (HAM) ialah hak-hak yang langsung dikasihkan Tuhan kepada manusia sebagai hak yang takdir. Oleh sebab oti, tidak dapat kekuatan apa pun di dunia yang dapat mengambilnya.

  • Menurut A.J.M. Milne

Menurut pendapat dari A.J.M. Milne, Hak Asasi Manusia (HAM) ialah suatu hak yang telah dipunyai oleh selurh umat manusia di dunia, di segala masa dan juga di segala lokasi karena keunggulan kesistensinya merupakan sebagai manusia.

  • Menurut Mahfudz M.D

Menurut pendapat dari Mahfudz M.D, Hak Asasi Manusia (HAM) ialah hak yang terkait pada derajat setiap manusia yang mana hak tersebut dibawa sejak lahir ke dunia sehingga pada dasarnya hak tersebut berbentuk takdir.

 

Demikian Penjelasan Materi Tentang 20 Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) Menurut Para Ahli dalam Bukunya
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Semuanya

 

Baca Lainnya :  √Tumbuhan Dikotil: Pengertian, Ciri, Struktur dan Contoh
Baca Lainnya :  √Manajemen Organisasi: Pengertian, Fungsi, Tujuan Serta Contohnya
Baca Lainnya :  Latar Belakang Politik Etis: Isi, Tujuan, Penyimpangan dan Faktor
/* */
Click to Hide Advanced Floating Content

Send this to a friend