√Ginjal: Pengertian, Fungsi, Bagian Serta Proses Ginjal

√Ginjal: Pengertian, Fungsi, Bagian Serta Proses Ginjal
5 (100%) 5 votes

Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Ginjal? Mungkin anda pernah mendengar kata Ginjal? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, fungsi, bagian serta proses. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Ginjal: Pengertian, Fungsi, Bagian Serta Proses Ginjal

Pengertian Ginjal

Ginjal ialah salah satu belahan utama dari bentuk eksresi pada manusia. Ginjal terletak di samping belahan tengah punggung, terletak akurat di bawah tulang rusuk. Ginjal mempunyai fungsi yang sungguh berguna misalnya fungsi organ tubuh lainnya.

Ginjal terdiri atas satu pasang, uakni ginjal kiri dan ginjal kanan. masing-masing ginjal mempunyai bentuk antara 10-12 cm yang berisi antara satu juta nefron yakni penyaringan darah yang benar-benar kecil.

Ginjal mempunyai fungsi yang benar-benar berguna bagi kesehatan tubuh manusia, misalnya ginjal membangun dalam melindungi tekanan darah tetap normal dan menghasilkan sel-sel darah merah hingga melindungi tulang yang kuat.

Fungsi Ginjal

Berikut ini terdapat 6 fungsi yang terdapat pada ginjal, yakni sebagai berikut:

  • Menyaring Darah

Beberapa darah dalam tubuh terus melalui ginjal setiap kali sehari. Pada saat ginjal dalam aktivitas menyaring darah, urine tentu membuat zat sisa dan kapabilitas cairan di dalam tubuh. Urine selanjutnya bergerak melewati ureter kemudian akan dibawa ke kandung kemih, selanjutnya akan dibuang sebagai air seni.

  • Menyaring dan Membuang Zat Beracun

Ginjal berfungsi untuk menyaring dan membuang zat beracun, garam berlebih, dan urea. Urea yang terwujud dalam hati tentu di membawa melewati darah ke ginjal untuk dibuang. Jadi, apabila manusia tidak mempunyai ginjal kemudian zat beracun bakal bertambah dalam darah.

  • Menjaga Keseimbangan Cairan dalam Tubuh

Ginjal berfungsi juga untuk mengontrol dan menjaga keseimbangan air dalam tubuh, dan menetapkan bahwa jaringan tubuh membagi air yang cukup agar bisa beraktivitas dengan baik. Ginjal tetap menjawab tentang pergantian level air dalam tubuh setiap harinya, hal ini terbentuk karena ginjal ialah kunci dalam penanggulangan kimia urine. Apabila asupan dalam tubuh menurun, ginjal akan menyelaraskan diri dengan menahan sisa air dalam tubuh dan tidak membuangnya.

  • Menghasilkan sel darah merah

Eritroietin ialah ginjal yang normal akan menghasilkan hormon lain, yakni hormon yang menumbuhkan lemak tulang untuk menghasilkan sel darah merah.

  • Mengelola Kadar gula dalam darah

Hormon Insulin dan Adrenalin ialah hormon yang berfungsi untuk menata kapabilitas maupun kesulitan gula dalam darah. Hal ini berguna dilakukan untuk mencegah diabetes. Insulin berfungsi semacam hormon untuk mengurangi kadar gula apabila kadar darah dalam tubuh melampaui waktu normal, sementara hormon Adrenalin berfungsi untuk membesarkan kadar gula dalam darah apabila kadar gula didalam darah tidak memenuhi batas normal.

  • Menghasilkan Zat dan Hormon

Ginjal ialah organ pencipta zat dan hormon, misalnya eritropoietin, kalsitriol, dan renin. eritropoietin ialah hormon yang berfungsi untuk menumbuhkan pengembangan laju membuatan sel darah merah oleh sumsum tulang. Kalsitrol berfungsi untuk membuat vitamin D yang bermanfaat untuk melindungi keselarasan zat dalam tubuh dan menjaga kalsium dalam tulang. Sementara Renin berfungsi untuk Menata tekanan darah dalam tubuh.

Baca Lainnya :  √Adaptasi: Pengertian, Macam, Contoh Serta Tujuan Adaptasi

Bagian-Bagian Ginjal

Berikut ini terdapat 5 bagian pada ginjal, antara lain sebagai berikut:

  • Korteks Ginjal

Korteks ialah belahan terluar dari ginjal yang berfungsi sebagai daerah terjadinya filtrasi dan ultafiltrasi. Di dalam korteks diperoleh nefron yang memproduksi bidang ginjal lebih luas, nefron juga ialah belahan utama dalam sistem filterisasi zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

  • Medula Ginjal

Medula ginjal ialah belahan yang berwujud kerucut seperti piramida. Satu ginjal terdiri dari 8 sampai 12 piramida. Pada medula diperoleh beberapa saluran misalnyatubulus kolektivus, lengkung henle dan tubulus kontortus. Fungsi medula ginjal ialah untuk menampung zat nutrisi yang masih dapat digunakan dari hasil saringan korteks ginjal.

  • Rongga Ginjal

Rongga ginjal ialah belahan dari ureter yang meluas. Rongga merupakan daerah penghimpunan urin selagi sebelum urin tersebut mengarah ke organ eksresi berikutnya.

  • Pembuluh Darah Ginjal

Ginjal memliki arteri dan vena utama. Misal halnya pada organ lain, arteri berfungsi untuk mengangkat darah bersih yang berisikan oksigen dan nutrisi, sementara vena berfungsi untuk mengangkat darah kotor yang berisikan karbon dioksida.

  • Nefron

Nefron ialah belahan terutama dari ginjal. Nefron berfungsi semacam bagian penyaringan darah dan untuk memperoleh urin.

Proses Pembentukan Urin Di Ginjal

Berikut ini terdapat 3 proses dalam pembentukan urin di ginjal, yakni sebagai berikut:

Penyaringan

Darah yang masuk melewati arteri ginjal akan melalui glomerulus. Pada belahan glomerulus akan berlangsung pelepasan zat bermolekul besar dengan zat bermolekul kecil. Zat bermolekul besar dan protein akan selalu berada di dalam darah dan mengarah belahan berikutnya, sementara zat bermolekul kecil akan ditahan. Cairan hasil dari prosedur yang berlangsung di dalam glomerulus disebut urin primer atau filtrat glomerulus. Urin primer yang menyimpan air, glukosa, garam dan urea ini berikutnya akan dikandung sementara di dalam kapsula bowman. Dalam bentuk normal urin primer tidak menyimpan eritorsi, kadar protein dalam urin primer hanya kira-kira 0,03 %.

  • Penyerapan Kembali

Penyerapan kembali berlangsung di dalam tubulusu kontortus proksimal. Proses ini disalurkan oleh sel epitel di tubulus kontortus proksimal tersebut. Fungsi proses Penyerapan kembali ialah penyerapan kembali zat yang masih dapat digunakan di dalam urin primer. Beberapa zat tersebut ialah glukosa, asam amin, Natrium, Kalsium, Kalium, HCO3- dan HbO42-. Hasil dari proses penyerapan kembali disebut dengan urin sekunder dan menyimpan lebih banyak urea. Urin sekunder selanjutnya akan masuk ke lengkung henle, disini terdapat osomosi air sehingga volume urin menjadi menyusut dan lebih kental.

  • Pengumpulan

Sesudah melalui lengkung henle, urin sekunder akan mengambil tubulus kontortus distal dan mengambil tahap augmentasi. Pada proses ini akan terdapat penyingkiran zat sisa oleh darah seperti H+, K+, NH3 dan keratinin. Ion H+ dibuang untuk melindungi pH darah. Proses Augmentasi akan memperoleh urin yang sebenarnya.

Baca Lainnya :  √Pons Otak: Pengertian, Fungsi, Struktur Serta Bagiannya

 

Demikian Penjelasan Materi Tentang Ginjal: Pengertian, Fungsi, Bagian Serta Proses Ginjal
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi

/* */

Send this to a friend