√Haji dan Umrah: Pengertian, Syarat, Rukun, Hukum Serta Sunah

√Haji dan Umrah: Pengertian, Syarat, Rukun, Hukum Serta Sunah
5 (100%) 7 votes

Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Haji dan Umrah? Mungkin anda pernah mendengar kata Haji dan Umrah? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, syarat, rukun, hukum serta sunah. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Haji dan Umrah: Pengertian, Syarat, Rukun, Hukum Serta Sunah

Rukun Islam yang terakhir ialah naik haji ke Baitullah bila mampu. Artinya ialah bertamu ke tanah suci untuk melakukan serangkaian amal ibadah yang sebanding dengan syarat, rukun, dan batas yang telah ditentukan. Ibadah haji ditetapkan kepada muslim yang mampu. Pengertian mampu ialah memiliki persediaan yang cukup untuk pergi dan persediaan bagi keluarga yang ditinggalkannya. Sesuai halnya dengan umrah yang bisa dilaksanakan pada bulan lain kecuali bulan Zulhijah.

Haji dan umrah ialah suatu aktivitas rohani yang di dalamnya diperoleh pengorbanan, ekspresi rasa syukur, berbuat amalan dengan kerelaan hati, melaksanakan perintah Allah, dan menjalin pertemuan besar dengan umat Islam lainnya di seluruh dunia. Firman Allah swt. Q.S A1 Baqarah [125].

Pengertian Haji dan Umrah

Pengertian Haji

Haji ialah berangkat ke Baitullah untuk menunaikan ibadah yang sudah ditentukan oleh Allah swt. Pengertian lain dari haji ialah berangkat beribadah ke tanah suci untuk menunaikan tawaf, sa’i, dan wukuf di Padang Arafah dan menunaikan semua ketetapan haji di bulan Zulhijah.

Baca Lainnya :  √Senyawa Kimia: Pengertian, Ciri, Jenis, Sifat Serta Penamaannya

Pengertian Umrah

Umrah ialah berangkat ke Baitullah dengan kemauan berserah diri kepada Allah swt. dengan melengkapi syarat terbatas yang waktunya tidak ditetapkan seperti halnya haji.

Syarat Wajib Haji dan Umrah

Berikut ini ada beberapa syarat wajib haji dan umrah, yakni sebagai berikut:

  • Islam. Ibadah haji ataupun umrah hanya wajib dilaksanakan oleh orang yang beragama islam.
  • Baligh. Anak dibawah umur belum diwajibkan. Kalaupun di telah melaksanakan haji ataupun umrah, hingga hajinya tetap sah, tetapi bagian menjadi haji sunnah.
  • Berakal sehat.
  • Merdeka (tidak sebagai budak).
  • Berada (berharta).
  • Ada mahram ( muhrim ) bagi wanita, buat wanita wajib ada suami maupun orang yang mendampinginya.

Rukun Haji

Berikut ini ada beberapa rukun dalam haji, yakni sebagai berikut:

Ihram

Ihram ialah beriktikad untuk berangkat melaksanakan ibadah haji dan menggunakan kain putih yang tidak boleh dijahit. Ibadah ini berangkat melewati sampai di miqat (batas yang sudah ditentukan). Berikut ini terdapat 2 miqat dalam haji, yakni:

  • Miqat zamani, ialah batas yang telah ditetapkan menurut waktu. Dari bulan Syawal hingga terbit fajar tanggal 10 Zulhijah. Artinya, hanya pada periode tersebut ibadah haji bisa dilaksanakan.
  • Miqat makani ialah batas yang telah ditentukan menurut tempat.

Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah ialah berakhir di Padang Arafah mulai terbenamnya matahari tanggal 9 Zulhijah hingga terbit fajar pada tanggal 10 Zulhijah.

Tawaf Ifadah

Tawaf ifadah ialah mengitari Kakbah sebanyak 7 kali serta syarat antara lain:

  • Bersih dari hadas dan najis baik badan ataupun pakaian.
  • Menutup aurat.
  • Kakbah berada di sebelah kiri orang yang mengitarinya.
  • Melakukan tawaf dari arah hajar aswad

Sa’i

Sa’i ialah berjalan cepat antara Safa dan Marwa (penjelasan dari QS Al Baqarah: 158). Syarat-syarat sa’i yakni sebagai berikut.

  • Berangkat dari bukit Safa dan berhenti di bukit Marwa.
  • Dilaksanakan sebanyak 7 kali.
  • melaksanakan sa’i sehabis tawaf qudum.
Baca Lainnya :  √Sedimentasi: Pengertian, Jenis, Faktor, Proses dan Dampak Sedimentasi

Tahalul

Tahalul ialah memotong atau memangkas rambut sedikit sebanyak 3 helai. Sebagian yang menerangkan bercukur merupakan rukun haji, berdasar karena tidak boleh diganti dengan penyembelihan.

Tertib

Tertib ialah melaksanakan rukun haji secara tertib dan teratur.

Hukum Haji dan Umrah

Hukum menjalankan ibadah haji ialah wajib bagi setiap muslim yang mampu, sesuai dengan firman Allah dalam Q.S. Ali Imran Ayat 97.

فِيهِ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌ مَّقَامُ إِبْرَٰهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ

fiihi aayaatun bayyinaatun maqaamu ibraahiima waman dakhalahu kaana aaminan walillaahi ‘alaa nnaasi hijju lbayti mani istathaa’a ilayhi sabiilan waman kafara fa-inna laaha ghaniyyun ‘ani l’aalamiin.

Artinya: “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata (di antaranya) maqam Ibrahin, barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (Q.S. Ali Imran [97]).

Pendapat beberapa ulama bahwa umrah hukumnya mutahabah artinya baik untuk dilaksanakan dan sunah dilaksanakan (tidak diwajibkan).

Sunah Haji dan Umrah

Berikut ini ada beberapa mengenai sunah haji dan umrah, yakni sebagai berikut:

1. Cara melaksanakan haji dan umrah terdapat tiga bagian sunah dilaksanakan haji dan umrah, yakni sebagai berikut:

  • Ifrad, dilakukan haji terlebih dahulu, selanjutkan baru melaksanakan umrah.
  • Tamattu, melaksanakan umrah terlebih dahulu, selanjutkan melaksanakan haji.
  • Qiran, ibadah haji dan umrah dilaksanakan secara berdampingan.

2. Membaca talbiyah selama dalam ihram hingga melempar jumrah aqabah pada Hari Raya Idul Adha.
3. Berdoa sesudah membaca talbiyah.
4. Berzikir selama tawaf.
5. Salat 2 rakaat setelah tawaf.
6. Masuk ke Kakbah.

Baca Lainnya :  √Hukum Adat: Pengertian, Ciri, Unsur, Tujuan Serta Contohnya

 

Demikian Penjelasan Materi Tentang Haji dan Umrah: Pengertian, Syarat, Rukun, Hukum Serta Sunah
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Semuanya

/* */

Send this to a friend