√Klausa dan Frasa: Pengertian Menurut Para Ahli, Ciri, Jenis dan Contoh

√Klausa dan Frasa: Pengertian Menurut Para Ahli, Ciri, Jenis dan Contoh
5 (100%) 5 votes

Klausa dan Frasa: Pengertian Menurut Para Ahli, Ciri, Jenis dan Contoh


Selamat datang di Dosen.co.id, web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentan Klausa dan Frasa? Apakah kalian pernah mendengar istrilah dari Klausa dan Frasa? Jangan khawatir jika kalian belum pernah mendengarnya, disini PakDosen akan membahas secara rinci tentang pengertian menurut para ahli, ciri, jenis dan contoh. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan.

Klausa dan Frasa: Pengertian Menurut Para Ahli, Ciri, Jenis dan Contoh

Pengertian Klausa

Klausa merupakan satuan gramatikal, berupa kelompok kata yang sekurang-kurangnya terdiri dari subjek (S) dan predikat (P), dan mempunyai potensi untuk menjadi kalimat.


Pengertian Klausa Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pendapat dari para ahli mengenai klausa, yakni sebagai berikut:


  • Menurut Rusmaji

Menurut pendapat dari Rusmaji, klausa merupakan  unsur kalimat, karena sebagian besar kalimat terdiri dari dua unsur klausa.


  • Menurut Ramlan

Menurut pendapat dari Ramlan, klausa merupakan Unsur inti klausa adalah S dan P. Namun demikian, S juga sering juga dibuangkan, misalnya dalam kalimat luas sebagai akibat dari penggabungan klausa dan kalimat jawaban.


Ciri-Ciri Klausa

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri klausa, yakni sebagai berikut:

  1. Tidak mempunyai tekanan kalimat akhir didalamya.
  2. Tidak mempunyai tanda baca di dalamnya karena kedudukannya yang lebih rendah daripada kalimat.

Jenis-Jenis Klausa

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis frasa, yakni sebagai berikut:

  • Klausa Aktif

Klausa Aktif merupakan klausa yang subjeknya berfungsi sebagai pelaku atau aktor.

Contoh Klausa Aktif:

  • Ayah melihat saya menulis surat.
  • Saya melarang kamu mencangkul kebun itu.
  • Ibu menyuruh dia memanggil nenek.

  • Klausa Pasif

Klausa Pasif merupakan Klausa pasif adalah klausa yang subjeknya berperan sebagai penderita.

Contoh Klausa Pasif:

  • Dia tahu benar surat itu telah kutulis.
  • Aku tidak mau tahu kebun itu kau cangkul.
  • Semua kami tahu nasi itu telah dimakan oleh ibu.

  • Klausa Medial

Klausa Medial merupakan klausa yang subjeknya berperan baik sebagai pelaku maupun sebagai penderita.

Baca Lainnya :  √Narasi: Pengertian, Jenis, Ciri, Struktur, Tata Cara dan Contohnya

Contoh Klausa Medial:

  • ….. dia menghibur hatinya.
  • ….. dia menyiksa dirinya.
  • ….. aku menusuk jariku.

  • Klausa Resiprokal

Klausa Resiprokal merupakan klausa yang subjek dan objeknya melakukan suatu perbuatan yang berbalas-balasan.

Contoh Klausa Resiprokal:

  • Saya tidak suka kalau kalian baku hantam dengan mereka.
  • Paman menyuruh saya bersalam-salaman dengan tamu itu.
  • Ayah menganjurkan agar kami saling mengasihi dengan saudara.

  • Klausa Intransitif

Klausa Intransitif merupakan klausa yang mengandung kata kerja yang tidak memerlukan sesuatu objek.

Contoh Klausa Intransitif:

  • Ayah pergi ke sawah
  • Ibu tinggal di rumah
  • Adik bermain-main di pekarangan

  • Klausa Statif

Klausa Statif merupakan klausa yang berpredikat ajektif atau yang dapat disamakan dengan ajektif.

Contoh Klausa Statif:

  • Anak itu pintar
  • Neneknya kaya
  • Mereka capek

  • Klausa Ekuasional

Klausa Ekuasional merupakan klausa yang berpredikat nomina.

Contoh Klausa Ekuasional:

  • Nenekku dukun
  • Pamannya pedagang
  • Adiknya dokter

  • Klausa Terikat

Klausa Terikat merupakan klausa yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat sempurna, hanya mempunyai potensi sebagai kalimat tak sempurna.

Contoh Klausa Terikat:

  • Semua murid sudah pulang kecuali yang dihukum.
  • Semua tersangkan diinterograsi, kecuali dia.
  • Ariel tidak menerima nasihat dari siapa pun selain dari orang tuanya.

Pengertian Frasa

Banyak sering mempermasalahkan antara frasa dengan kata, ada yang membedakannya dan ada juga yang menyebutkan bahwa keduanya itu sama. Seperti yang sudah dipelajari dalam morfologi bahwa kata merupakan satuan gramatis yang masih dapat dibagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sedangkan Frasa merupakan satuan struktur yang terdiri dari dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan.

Frasa juga didefinisikan sebagai satuan gramatikal yang berbentuk himpunan kata yang bersifat non-prediktif atau lazim juga disebut dengan himpunan kata yang mengandung salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat.


Pengertian Frasa Menurut Para Ahli

  • Menurut Prof. M. Ramlan

Menurut pendapat dari Prof. M. Ramlan, frasa merupakan satuan gramatik yang terdiri atas satu kata atau lebih dan tidak melampaui batas fungsi atau jabatan.

Artinya sebanyak apapun kata tersebut asal tidak melebihi jabatannya sebagai Subjek, predikat, objek, pelengkap, atau pun keterangan, maka masih bisa disebut dengan frasa.


Ciri-Ciri Frasa

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri frasa, yakni sebagai berikut:

  1. Susunan katanya terdiri atas 2 kata atau lebih dari 2 kata.
  2. Susunan katanya tidak mempunyai unsur subyek dan predikat.
  3. Susunan katanya mempunyai makna.
Baca Lainnya :  Contoh Membuat Proposal Kegiatan Yang Baik Dan Benar Sesuai EYD

Jenis-Jenis Frasa

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis frasa, yakni sebagai berikut:

Berdasarkan Persamaan Distribusi dengan Unsurnya

Berikut ini terdapat beberapa bagian-bagian frasa berdasarkan persamaan distribusi dengan unsurnya, antara lain:

Frasa Endosentris

Kedudukan frasa ini dalam fungsi tertentu, dpat digantikan oleh unsurnya. Unsur frasa yang dapat menggantikan frasa itu dalam fungsi tertentu yang disebut unsur pusat (UP).

Pada frasa endosentris, terbagi menjadi 3 bagian, antara lain:

  • Frasa Endosentris Koordinatif

Frasa Endosentris Koordinatif merupakan frasa endosentris yang semua unsurnya adalah unsur pusat dan mengacu pada hal yang berbeda diantara unsurnya terdapat (dapat diberi) ‘dan’ atau ‘atau’.

Contoh Frasa Endosentris Koordinatif:

  • rumah pekarangan
  • suami istri dua tiga (hari)
  • ayah ibu
  • pembinaan dan pembangunan
  • pembangunan dan pembaharuan
  • belajar atau bekerja

  • Frasa Endosentris Atributif

Frasa Endosentris Atributif merupakan frasa endosentris yang disamping mempunyai unsur pusat juga mempunyai unsur yang termasuk atribut. Atribut adalah bagian frasa yang bukan unsur pusat, tapi menerangkan unsur pusat untuk membentuk frasa yang bersangkutan.

Contoh Frasa Endosentris Atributif:

  • pembangunan lima tahun
  • sekolah Inpres
  • buku baru
  • orang itu
  • malam ini
  • sedang belajar
  • sangat bahagia

  • Frasa Endosentris Apositif

Frasa Endosentris Apositif merupakan frasa endosentris yang semua unsurnya adalah unsur pusat dan mengacu pada hal yang sama. Unsur pusat yang satu sebagai aposisi bagi unsur pusat yang lain.

Contoh Frasa Endosentris Apositif:

  • Ahmad, anak Pak Sastro, sedang belajar.
  • Ahmad, …….sedang belajar.
  • ……….anak Pak Sastro sedang belajar.
  • Unsur ‘Ahmad’ merupakan unsur pusat, sedangkan unsur ‘anak Pak Sastro’ merupakan aposisi.

Frasa Eksosentris

Frasa Eksosentris merupakan frasa yang tidak mempunyai persamaan distribusi dengan unsurnya. Frasa ini tidak mempunyai unsur pusat. Jadi, frasa eksosentris adalah frasa yang tidak mempunyai UP.


Berdasarkan Kategori Kata

Berikut ini terdapat beberapa bagian-bagian frasa berdasarkan kategori kata, antara lain:

  • Frasa Nomina

Frasa nomina merupakan frasa yang UP-nya berbentuk kata yang termasuk kategori nomina.

Contoh Frasa Nomina:

  • dia rajin → rajin itu menguntungkan
  • anaknya dua ekor → dua itu sedikit
  • dia berlari → berlari itu menyehatkan

kata rajin pada kaliat pertam awalnya adalah frasa ajektiva, begitupula dengan dua ekor awalnya frasa numeralia, dan kata berlari yang awalnya adalah frasa verba.

Baca Lainnya :  √Mobilitas Sosial: Pengertian, Jenis, Tata Cara, Dampak Serta Faktornya

  • Frasa Verba

Frasa Verba merupakan frasa yang UP-nya berupa kata yang termasuk kategori verba. Secara morfologis, UP frasa verba biasanya ditandai adanya afiks verba. Secara sintaktis, frasa verba terdapat (dapat diberi) kata ‘sedang’ untuk verba aktif, dan kata ‘sudah’ untuk verba keadaan.

Contoh Frasa Verba:

  • Dia berlari.

Secara morfologis, kata berlari terdapat afiks ber-, dan secara sintaktis dapat diberi kata ‘sedang’ yang menunjukkan verba aktif.


  • Frasa Ajektifa

Frasa Ajektifa merupakan frasa yang UP-nya berupa kata yang termasuk kategori ajektifa. UP-nya dapat diberi afiks ter- (paling), sangat, paling agak, alangkah-nya, se-nya. Frasa ajektiva biasanya menduduki fungsi predikat.

Contoh Frasa Ajektifa:

  • Rumahnya besar

Ada pertindian kelas antara verba dan ajektifa untuk beberapa kata tertentu yang mempunyai ciri verba sekaligus memiliki ciri ajektifa. Jika hal ini yang terjadi, maka yang digunakan sebagai dasar pengelolaan adalah ciri dominan.

Contoh lain:

menakutkan (memiliki afiks verba, tidak bisa diberi kata ‘sedang’ atau ‘sudah’. Tetapi bisa diberi kata ‘sangat’).


  • Frasa Numeralia

Frasa Numeralia merupakan  frasa yang UP-nya berupa kata yang termasuk kategori numeralia. Yaitu kata-kata yang secara semantis mengatakan bilangan atau jumlah tertentu. Dalam frasa numeralia terdapat (dapat diberi) kata bantu bilangan: ekor, buah dan lain-lain.

Contoh Frasa Numeralia:

  • dua buah
  • tiga ekor
  • lima biji
  • duapuluh lima orang

  • Frasa Preposisi

Frasa Preposisi merupakan frasa yang ditandai adanya preposisi atau kata depan sebagai penanda dan diikuti kata atau kelompok kata (bukan klausa) sebagai petanda.

Contoh Frasa Preposisi:

  • Penanda (preposisi) + Petanda (kata atau kelompok kata) di teras
  • ke rumah teman
  • dari sekolah
  • untuk saya

  • Frasa Konjungsi

Frasa Konjungsi merupakan frasa yang ditandai adanya konjungsi atau kata sambung sebagai penanda dan diikuti klausa sebagai petanda. Karena penanda klausa adalah predikat, maka petanda dalam frasa konjungsi selalu mempunyai predikat.

Contoh Frasa Konjungsi:

  • Penanda (konjungsi) + Petanda (frasa, memiliki P)
  • Sejak kemarin dia terus diam (P) di situ.

Dalam buku Ilmu Bahasa Insonesia, Sintaksis, ramlan menyebut frasa tersebut sebagai frasa keterangan, karena keterangan menggunakan kata yang termasuk dalam kategori konjungsi.


Demikian Penjelasan Materi Tentang Klausa dan Frasa: Pengertian Menurut Para Ahli, Ciri, Jenis dan Contoh
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi

/* */

Send this to a friend